Langsung ke konten utama

Tangga Juara Liverpool dan Rekor-rekor yang Akan Mengiringinya

Tulisan ini pernah dimuat di Football-tribe.com , 18 Februari 2020

                              https://football-tribe.com/indonesia/2020/02/18/tangga-juara-liverpool/

Musim 2019/2020 Liga Primer Inggris, serasa menjadi dejavu bagi Liverpool dan pendukung nya setidaknya sampai memasuki awal putaran kedua. Bagaimana tidak, Liverpool sukses mengulangi pencapaian musim 2018/2019 dengan laju yang sangat impresif di liga. Liverpool ibarat kereta cepat yang melaju sendirian meninggalkan para pesaing. Salah satu kemiripan dengan musim lalu, The Reds menjadi pemuncak klasemen Liga sejak awal musim. Namun, dejavu lain tentu tak ingin di rasakan para pendukung The Reds di musim ini yakni kembali gagal merengkuh trophy EPL. Harapan tak terulangnya de javu itu perlahan mulai jadi kenyataan. Liverpool musim ini nampak lebih dewasa dalam bermain. Tak banyak membukukan skor besar, anak asuh Jurgen Klopp bermain lebih efisien. Menang dengan skor tipis tanpa bermain cantik namun berbuah poin 3 menjadi prioritas. Alhasil kini Henderson dkk bertengger dengan gagah di puncak klasemen dengan torehan 76 poin. Tak hanya itu, Liverpool membuat gap dengan posisi runner up, Manchester City menjadi 25 poin! Terasa spesial, Merseyside Merah menjadi tim pertama dari 5 liga top Eropa yang telah memastikan tampil di Liga Champions musim 2020/2021.

Liverpool kini hanya membutuhkan 5 kemenangan untuk menjadi Kampiun Liga setelah terakhir direngkuh pada musim 1989/1990. Selain akan merengkuh trophy liga pertama nya dalam 30 tahun, The Reds berpeluang memecahkan dan menyamai beberapa rekor liga Inggris.

1.       Poin terbanyak dalam semusim

Rekor poin terbanyak dalam semusim sejauh ini masih dipegang oleh Manchester City, tepat nya pada musim 2017/2018 dengan torehan 100 poin. Dengan laju kencang sejauh ini, 76 poin dari 26 laga, bukan tidak mungkin rekor ini akan patah oleh James Milner dan kolega.

2.       Kemenangan terbanyak dalam semusim

Rekor ini lagi-lagi dipegang oleh Si Biru Kaya dari Manchester. 32 kemenangan mereka pada 2 musim beruntun 2017/2018 dan 2018/2019 menjadikan mereka pemegang rekor kemenangan terbanyak di liga. The Reds yang sejauh ini sudah mencatatkan 25 kemenangan dan hanya berjarak 7 laga, bukan mustahil akan mematahkan rekor The Citizen.

3.       Menjadi tim Invincibles kedua setelah Arsenal

Musim 2003/2004 Liga Inggris menjadi musim paling istimewa bagi Arsenal. Gelar juara mereka terasa lengkap dengan torehan tanpa kekalahan dari 38 laga. Trophy Emas Liga masih menjadi milik Arsenal dan belum ada yang menyamai. Musim ini, Liverpool berpeluang melakukan hal yang sama. 26 laga tanpa kekalahan sejauh ini, setidak nya menjadi modal yang sangat sahih bagi The Reds untuk menjadi yang kedua pengoleksi Trophy Emas Liga Inggris.

Liverpool sendiri telah memecahkan rekor klub, yakni pertama semenjak 127 tahun berdiri, belum sampai bulan Februari, sudah mengalahkan semua tim di Liga Inggris. Sebuah pencapaian luar biasa yang mengiringi kerja keras punggawa dalam merengkuh trophy liga. Menyisakan 12 pekan tersisa, Liverpool dituntut untuk tetap fokus sampai garis finis. Meskipun 5 kemenangan cukup untuk mengantarkan ke tahta juara, rekor tak terkalahkan dalam semusim tentu sesuatu yang manis yang tidak boleh dilewatkan. Juara Liga setelah 30 tahun dan langsung mengangkat trophy bertahta emas, tentu sesuatu yang istimewa kan, Kops?

Tulisan ini pernah dimuat di football-tribe.com pada 18 Februari 2020 https://football-tribe.com/indonesia/2020/02/18/tangga-juara-liverpool/ 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alfred Riedl dan Indonesia

Alfred Riedl. Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini terutama bagi pecinta sepakbola timnas Indonesia. Selasa waktu Austria, Alfred Riedl menghembuskan nafas terakhirnya. Kenangan akan sosok bertangan dingin kala membesut timnas Garuda kembali muncul. Kala pertama kali menukangin timnas berlaga di AFF 2010, semua mata langsung tertuju padanya. Kemampuan mengolah taktik dan disiplin terhadap pemain mampu menghadirkan permainan yang cantik diperagakan Irfan Bachdim dan kolega. Meluluhlantakkan Malaysia 5-1 di laga pembuka dan menyingkirkan Thailand 2-1 menjadi bukti. Meski pada akhir turnamen gelar runner up yang berhasil di capai, timnas ini dianggap menjadi salah satu timnas Indonesia terbaik pada dekade ini.  Riedl menjadi sosok yang begitu dicintai publik sepakbola tanah air. Di tengah ketidakberesan federasi setiap tahun, sosok berusia 70 tahun tersebut tetap bersedia menukangi timnas. AFF 2014 menjadi kesempatan kedua beliau. Naas, tak lolos fase grup serta untuk pertama k...

Problematika Liverpool

Liverpool secara mengejutkan terbantai oleh Aston Villa 7 gol berbalas 2 pada pekan 4 liga Primer Inggris. Hasil yang di luar dugaan. Terakhir kali Liverpool mengalami kebobolan lebih dari 5 gol terjadi pada 2014 kala dicukur tuan rumah Stoke City 6-1 pada laga yang sekaligus menjadi perpisahan bagi Sang Kapten Steven Gerrard. Tanda-tanda ketidak pedean pendukung terjadi ketika beberapa jam sebelum laga Alisson dinyatakan mengalami cedera ketika latihan sehingga tak dapat tampil di Villa Park. Bahkan jauh sebelumnya, Mane dan Thiago sudah dipastikan absen karena positif virus corona. Meski begitu deputi Alison, Adrian diharapkan mampu tampil baik seperti ketika melawan Arsenal pada laga Piala Liga tengah pekan kemarin.  Namun harapan tak menjadi kenyataan. Blunder Adrian di menit awal ketika akan memberi umpan ke Joe Gomez yang justru mendarat ke kaki pemain Villa berujung gol pertama Villa. Setelahnya, para pemain lain tampil gugup tak seperti biasanya. Kepercayaan terhadap kiper ...

Firmino Sedang Loyo?

  Roberto Firmino Liverpool menjadi salah satu tim terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir. Satu yang menjadi senjata mematikan Liverpool yakni pada trio lini depan mereka, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Musim 2020/2021 menjadi musim ke-empat, trio Firmansah -julukan mereka oleh fans Indonesia- bermain bersama. Superioritas ketiganya masih menjadi kunci Liverpool dalam membobol gawang lawan. Namun perhatian utama kini tertuju pada Firmino. Berbeda dengan Sadio Mane yang telah mengemas 5 gol dan 3 assists, serta Mo Salah berhasil menjarangkan 9 gol dan 1 assist, ia justru tampil undeperform di awal musim. Firmino baru mencetak 1 gol dan 2 assists. Penampilan di lapangan tak segarang musim-musim sebelumnya. Pressing Bobby terhadap pemain belakang lawan juga tak seketat biasanya. Lebih buruk lagi, shot on goal nya baru menyentuh angka 1 yang berbuah gol kala berjumpa Sheffield United. Beruntung ketika penampilan Firmino menurun, rekrutan anyar Diogo Jota dapat me...