Langsung ke konten utama

5 Kapten Tim Nasional Indonesia pada Piala AFF

Source : pssi.org

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun genap Federasi Sepakbola ASEAN (AFF) menyelenggarakan turnamen sepakbola AFF Cup. Turnamen yang dahulu bernama Piala Tiger ini rencananya akan dihelat pada 23 November - 31 Desember 2020. Namun, akhirnya piala AFF ditunda sampai tahun depan. Turnamen yang diikuti oleh 10 negara di kawasan Asia Tenggara ini mulai tahun 2018 menggunakan sistem Round Robin atau setengah kompetisi yang terbagi dalam dua grup. Tim nasional Indonesia sendiri belum pernah sekalipun merasakan gelar juara pada ajang ini. Torehan terbaik hanya menjadi runner up sebanyak 5x. Mari kita melihat kembali deretan kapten timnas piala AFF dalam 5 edisi terakhi

1.       Charis Yulianto (AFF 2008)

Charis Yulianto merupakan salah satu bek tangguh yang memperkuat timnas Indonesia. Ketangguhan Charis menjadikan nya kapten timnas pada AFF 2008 asuhan Benny Dollo. Tak mengherankan melihat sepak terjang nya setahun sebelum nya kala berlaga di Piala Asia 2007. Bersama Maman Abdurrahman ia menjadi palang pintu yang cukup kokoh mengawal lini pertahanan timnas. Charis malang melintang di kancah persepakbolaan tanah air. Beberapa klub yang pernah dibela Charis antara lain Arema, Persija, Persib, Sriwijaya, dan Persela Lamongan. Kini ia menjadi asisten pelatih di Arema FC.

2.       Firman Utina (AFF 2010 dan 2014)

Playmaker flamboyan satu ini didaulat menjadi kapten di dua edisi berbeda, yakni 2010 dan 2014 oleh pelatih Alfred Riedl. Dalam dua edisi tersebut prestasi timnas bagai langit dan bumi. Menjadi runner up pada 2010, Indonesia babak belur di 2014. Tak lolos fase grup, bahkan terbantai oleh Filipina dengan skor 4-0. Firman sendiri merupakan pemain yang sarat akan gelar juara. 2 gelar juara liga berhasil diraih Firman di dua tim berbeda. 2012 bersama Sriwijaya FC, dan 2014 ketika membela Persib Bandung. Gelar Piala Indonesia berhasil ia raih 2x kala berseragam Arema Malang. Prestasi individu juga tak luput. Pemain terbaik pernah ia sabet pada ajang Piala Indonesia 2005 dan gelaran Piala AFF 2010.

3.       Ellie Aiboy (AFF 2012)

Pada edisi 2012, terjadi konflik dualisme pada tubuh PSSI. Akibat nya, timnas tak dapat diperkuat para pemain terbaik nya. Timnas Indonesia yang kala itu dinahkodai Nilmaizar hanya bermodal pemain seadanya untuk berjuang di Malaysia. Pemain senior milik Semen Padang Ellie Aiboy didapuk menjadi kapten tim. Ellie Aiboy merupakan salah satu winger terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Prestasi tertinggi Ellie yang pada 2019 menahkodai Persewar di Liga 2, yakni mempersembahkan gelar treble bagi tim negeri jiran Malaysia, Selangor FA dengan menjuarai Liga Perdana Malaysia, Piala Malaysia, dan Piala FA Malaysia pada 2005. Prestasi tersebut dipersembahkan Elie bersama Bambang Pamungkas sekaligus membawa Selangor promosi ke Liga Super Malaysia 2006.

4.       Boaz Solossa (AFF 2016)

Timnas Garuda kembali dinahkodai oleh Alfred Riedl pada 2016. Striker Persipura Boaz Solossa kali ini didapuk menjadi kapten tim. Pengalaman dan kualitas Boaz menjadi alasan kuat. Boaz adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Garuda. Pemain yang akrab disapa Bochi itu menjadi salah satu penyerang lokal tersubur pada ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 dengan 11 gol. Berbagai prestasi telah ditorehkan oleh Boaz semasa bermain.  Juara Liga Indonesia 2005, Juara Indonesia Super League 2008/2009, 2010/2011, 2012/2013 dan Indonesia Soccer Championship A yang semua nya ia raih bersama Persipura. Untuk gelar individu, Boaz menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia Super League bersama Persipura sebanyak 3x, pemain terbaik ISL 3x, dan pemain terbaik ISC A pada 2016. Pada AFF 2016, timnas menempati posisi runner up turnamen setelah dikandaskan oleh Thailand di partai puncak.

5.       Hansamu Yama Pranata (AFF 2018)

Hansamu menjadi kapten pada edisi 2018. Meski usia nya masih muda, Bima Sakti pelatih kala itu tak ragu menyematkan ban kapten di lengan Hansamu meski terdapat pemain senior yang lebih berpengalaman di dalam tim. “Saya memilih Yama karena ia sudah jadi kapten dari awal SEA Games 2017 jadi ia lebih mengerti kondisi semua pemain," ucap Bima. Pada AFF yang untuk pertama kali menggunakan sistem round robin tersebut, Indonesia tak mampu lolos ke semifinal. Hansamu kini bermain untuk tim Persebaya Surabaya di Liga 1.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alfred Riedl dan Indonesia

Alfred Riedl. Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini terutama bagi pecinta sepakbola timnas Indonesia. Selasa waktu Austria, Alfred Riedl menghembuskan nafas terakhirnya. Kenangan akan sosok bertangan dingin kala membesut timnas Garuda kembali muncul. Kala pertama kali menukangin timnas berlaga di AFF 2010, semua mata langsung tertuju padanya. Kemampuan mengolah taktik dan disiplin terhadap pemain mampu menghadirkan permainan yang cantik diperagakan Irfan Bachdim dan kolega. Meluluhlantakkan Malaysia 5-1 di laga pembuka dan menyingkirkan Thailand 2-1 menjadi bukti. Meski pada akhir turnamen gelar runner up yang berhasil di capai, timnas ini dianggap menjadi salah satu timnas Indonesia terbaik pada dekade ini.  Riedl menjadi sosok yang begitu dicintai publik sepakbola tanah air. Di tengah ketidakberesan federasi setiap tahun, sosok berusia 70 tahun tersebut tetap bersedia menukangi timnas. AFF 2014 menjadi kesempatan kedua beliau. Naas, tak lolos fase grup serta untuk pertama k...

Problematika Liverpool

Liverpool secara mengejutkan terbantai oleh Aston Villa 7 gol berbalas 2 pada pekan 4 liga Primer Inggris. Hasil yang di luar dugaan. Terakhir kali Liverpool mengalami kebobolan lebih dari 5 gol terjadi pada 2014 kala dicukur tuan rumah Stoke City 6-1 pada laga yang sekaligus menjadi perpisahan bagi Sang Kapten Steven Gerrard. Tanda-tanda ketidak pedean pendukung terjadi ketika beberapa jam sebelum laga Alisson dinyatakan mengalami cedera ketika latihan sehingga tak dapat tampil di Villa Park. Bahkan jauh sebelumnya, Mane dan Thiago sudah dipastikan absen karena positif virus corona. Meski begitu deputi Alison, Adrian diharapkan mampu tampil baik seperti ketika melawan Arsenal pada laga Piala Liga tengah pekan kemarin.  Namun harapan tak menjadi kenyataan. Blunder Adrian di menit awal ketika akan memberi umpan ke Joe Gomez yang justru mendarat ke kaki pemain Villa berujung gol pertama Villa. Setelahnya, para pemain lain tampil gugup tak seperti biasanya. Kepercayaan terhadap kiper ...

Firmino Sedang Loyo?

  Roberto Firmino Liverpool menjadi salah satu tim terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir. Satu yang menjadi senjata mematikan Liverpool yakni pada trio lini depan mereka, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Musim 2020/2021 menjadi musim ke-empat, trio Firmansah -julukan mereka oleh fans Indonesia- bermain bersama. Superioritas ketiganya masih menjadi kunci Liverpool dalam membobol gawang lawan. Namun perhatian utama kini tertuju pada Firmino. Berbeda dengan Sadio Mane yang telah mengemas 5 gol dan 3 assists, serta Mo Salah berhasil menjarangkan 9 gol dan 1 assist, ia justru tampil undeperform di awal musim. Firmino baru mencetak 1 gol dan 2 assists. Penampilan di lapangan tak segarang musim-musim sebelumnya. Pressing Bobby terhadap pemain belakang lawan juga tak seketat biasanya. Lebih buruk lagi, shot on goal nya baru menyentuh angka 1 yang berbuah gol kala berjumpa Sheffield United. Beruntung ketika penampilan Firmino menurun, rekrutan anyar Diogo Jota dapat me...