Langsung ke konten utama

Thiago dan Wijnaldum. Siapa lebih oke?

source : @anfieldedition on twitter
    source : @anfieldedition on twitter

Dua nama dikaitkan dengan Liverpool belakangan ini. Pertama tentu saja Thiago Alcantara. Bahkan sebelum liga inggris selesai, nama tersebut sudah dikaitkan akan hengkang ke Liverpool. Nama kedua, yakni Giorginio Wijnaldum. Gelandang asal Belanda belum mau memperpanjang kontrak yang tinggal menyisakan satu tahun lagi. Hal ini dikaitkan akan hengkangnya Gini ke tim lain. 

Fans Liverpool mulai membandingkan keduanya. Namun, bagi saya pribadi keduanya tidak bisa di komparasi secara langsung karena memiliki peran berbeda di pos lini tengah. Wijnaldum lebih ke tipe pekerja keras, dan dirinya lebih fleksibel di lini tengah. Bisa membantu dalam menyerang maupun bertahan. 2 gol kala membungkam Barcelona di semifinal Liga Champions 2019 menjadi bukti. Sedangkan Thiago ia lebih berperan sebagai conductor serangan. Atau saya melihat nya sebagai deeplying playmaker. Dirinya lebih berposisi lebih dalam dibandingkan Gini. Keduanya tipe pekerja keras. Namun Thiago memiliki kelebihan akurasi umpan yang luar biasa. Kemampuannya melihat celah di antara pemain lawan untuk mengirim umpan ke lini depan merupakan kelebihan gelandang asal Spanyol. 

Beberapa fans ada yang menyayangkan apabila Gini hengkang, dan yang lain tak mempermasalahkan. Pun dengan kedatangan Thiago, ada pro dan kontra. Klopp sendiri secara personal ingin mendatangkan Thiago ke Anfield, dan sang pemain juga ingin dilatih oleh sang manajer. Menarik, layak ditunggu apa yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alfred Riedl dan Indonesia

Alfred Riedl. Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini terutama bagi pecinta sepakbola timnas Indonesia. Selasa waktu Austria, Alfred Riedl menghembuskan nafas terakhirnya. Kenangan akan sosok bertangan dingin kala membesut timnas Garuda kembali muncul. Kala pertama kali menukangin timnas berlaga di AFF 2010, semua mata langsung tertuju padanya. Kemampuan mengolah taktik dan disiplin terhadap pemain mampu menghadirkan permainan yang cantik diperagakan Irfan Bachdim dan kolega. Meluluhlantakkan Malaysia 5-1 di laga pembuka dan menyingkirkan Thailand 2-1 menjadi bukti. Meski pada akhir turnamen gelar runner up yang berhasil di capai, timnas ini dianggap menjadi salah satu timnas Indonesia terbaik pada dekade ini.  Riedl menjadi sosok yang begitu dicintai publik sepakbola tanah air. Di tengah ketidakberesan federasi setiap tahun, sosok berusia 70 tahun tersebut tetap bersedia menukangi timnas. AFF 2014 menjadi kesempatan kedua beliau. Naas, tak lolos fase grup serta untuk pertama k...

Problematika Liverpool

Liverpool secara mengejutkan terbantai oleh Aston Villa 7 gol berbalas 2 pada pekan 4 liga Primer Inggris. Hasil yang di luar dugaan. Terakhir kali Liverpool mengalami kebobolan lebih dari 5 gol terjadi pada 2014 kala dicukur tuan rumah Stoke City 6-1 pada laga yang sekaligus menjadi perpisahan bagi Sang Kapten Steven Gerrard. Tanda-tanda ketidak pedean pendukung terjadi ketika beberapa jam sebelum laga Alisson dinyatakan mengalami cedera ketika latihan sehingga tak dapat tampil di Villa Park. Bahkan jauh sebelumnya, Mane dan Thiago sudah dipastikan absen karena positif virus corona. Meski begitu deputi Alison, Adrian diharapkan mampu tampil baik seperti ketika melawan Arsenal pada laga Piala Liga tengah pekan kemarin.  Namun harapan tak menjadi kenyataan. Blunder Adrian di menit awal ketika akan memberi umpan ke Joe Gomez yang justru mendarat ke kaki pemain Villa berujung gol pertama Villa. Setelahnya, para pemain lain tampil gugup tak seperti biasanya. Kepercayaan terhadap kiper ...

Firmino Sedang Loyo?

  Roberto Firmino Liverpool menjadi salah satu tim terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir. Satu yang menjadi senjata mematikan Liverpool yakni pada trio lini depan mereka, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Musim 2020/2021 menjadi musim ke-empat, trio Firmansah -julukan mereka oleh fans Indonesia- bermain bersama. Superioritas ketiganya masih menjadi kunci Liverpool dalam membobol gawang lawan. Namun perhatian utama kini tertuju pada Firmino. Berbeda dengan Sadio Mane yang telah mengemas 5 gol dan 3 assists, serta Mo Salah berhasil menjarangkan 9 gol dan 1 assist, ia justru tampil undeperform di awal musim. Firmino baru mencetak 1 gol dan 2 assists. Penampilan di lapangan tak segarang musim-musim sebelumnya. Pressing Bobby terhadap pemain belakang lawan juga tak seketat biasanya. Lebih buruk lagi, shot on goal nya baru menyentuh angka 1 yang berbuah gol kala berjumpa Sheffield United. Beruntung ketika penampilan Firmino menurun, rekrutan anyar Diogo Jota dapat me...