Langsung ke konten utama

See You Next Season


Liga Premier Inggris 2019/2020 resmi berakhir. Pada Minggu malam 26 Juli 2020 seluruh laga pada pekan 38 dimainkan secara bersamaan. Liverpool keluar sebagai juara, disusul Manchester City, Manchester United, dan Chelsea. Keempat tim berhak mendapatkan tiket Liga Champions musim depan. Sedangkan jatah ke Liga Europa diamankan Leicester dan Tottenham.

Sementara 3 tim, Bournemouth, Watford, dan Norwich City harus turun kasta. 2 tiket promosi musim depan sudah diamankan Leeds United dan West Bromwich Albion, sedangkan sisa 1 tiket akan diperebutkan Swansea, Fulham, Brenford, serta Cardiff City.

Liga Inggris musim ini berjalan menarik dan penuh kejutan. Terlemparnya salah satu tim besar, Arsenal dari 6 besar, serta laju impresif MU pasca pergantian tahun. Salah satu hal menarik lain, tergusurnya Leicester dari kursi 4 besar klasemen. Mengejutkan mengingat sampai bulan Januari, The Foxes menduduki posisi 3, dan berjarak 14 poin dari MU pada posisi 6. Kelimbungan Leicester pada akhir musim bukan hal mengejutkan jika menilik rekam jejak sang pelatih Brendan Rodgers yang juga pernah mengalami hal serupa kala membesut Liverpool pada 2013/2014.

Perjalanan penuh tantangan liga sepakbola dunia tak terkecuali di Inggris menjadi cerita di tahun ini. Pandemi menjadi sebab. Harapannya sepakbola segera kembali normal seperti sedia kala dengan riuh rendah suara suporter di dalam stadion. See you next season!
Sementara satu slot lagi akan diperebutkan Swansea, Brenford, Fulham, dan Cardiff City.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Catatan Menarik dari Berakhirnya Liga Inggris 2019-2020, MU Raja Penalti", https://bola.kompas.com/read/2020/07/27/04200048/5-catatan-menarik-dari-berakhirnya-liga-inggris-2019-2020-mu-raja-penalti?page=all.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nirmala Maulana Achmad
iga tim, yakni Bournemouth, Watford, dan Norwich City, dipastikan terdegradasi. Dua slot sudah terisi oleh Leeds United dan West Brom. Sementara satu slot lagi akan diperebutkan Swansea, Brenford, Fulham, dan Cardiff City.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Catatan Menarik dari Berakhirnya Liga Inggris 2019-2020, MU Raja Penalti", https://bola.kompas.com/read/2020/07/27/04200048/5-catatan-menarik-dari-berakhirnya-liga-inggris-2019-2020-mu-raja-penalti?page=all.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nirmala Maulana Achmad

iga tim, yakni Bournemouth, Watford, dan Norwich City, dipastikan terdegradasi. Dua slot sudah terisi oleh Leeds United dan West Brom. Sementara satu slot lagi akan diperebutkan Swansea, Brenford, Fulham, dan Cardiff City.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Catatan Menarik dari Berakhirnya Liga Inggris 2019-2020, MU Raja Penalti", https://bola.kompas.com/read/2020/07/27/04200048/5-catatan-menarik-dari-berakhirnya-liga-inggris-2019-2020-mu-raja-penalti?page=all.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nirmala Maulana Achmad
iga tim, yakni Bournemouth, Watford, dan Norwich City, dipastikan terdegradasi. Dua slot sudah terisi oleh Leeds United dan West Brom. Sementara satu slot lagi akan diperebutkan Swansea, Brenford, Fulham, dan Cardiff City.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Catatan Menarik dari Berakhirnya Liga Inggris 2019-2020, MU Raja Penalti", https://bola.kompas.com/read/2020/07/27/04200048/5-catatan-menarik-dari-berakhirnya-liga-inggris-2019-2020-mu-raja-penalti?page=all.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nirmala Maulana Achmad
iga tim, yakni Bournemouth, Watford, dan Norwich City, dipastikan terdegradasi. Dua slot sudah terisi oleh Leeds United dan West Brom. Sementara satu slot lagi akan diperebutkan Swansea, Brenford, Fulham, dan Cardiff City.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Catatan Menarik dari Berakhirnya Liga Inggris 2019-2020, MU Raja Penalti", https://bola.kompas.com/read/2020/07/27/04200048/5-catatan-menarik-dari-berakhirnya-liga-inggris-2019-2020-mu-raja-penalti?page=all.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nirmala Maulana Achmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alfred Riedl dan Indonesia

Alfred Riedl. Siapa yang tak kenal dengan sosok satu ini terutama bagi pecinta sepakbola timnas Indonesia. Selasa waktu Austria, Alfred Riedl menghembuskan nafas terakhirnya. Kenangan akan sosok bertangan dingin kala membesut timnas Garuda kembali muncul. Kala pertama kali menukangin timnas berlaga di AFF 2010, semua mata langsung tertuju padanya. Kemampuan mengolah taktik dan disiplin terhadap pemain mampu menghadirkan permainan yang cantik diperagakan Irfan Bachdim dan kolega. Meluluhlantakkan Malaysia 5-1 di laga pembuka dan menyingkirkan Thailand 2-1 menjadi bukti. Meski pada akhir turnamen gelar runner up yang berhasil di capai, timnas ini dianggap menjadi salah satu timnas Indonesia terbaik pada dekade ini.  Riedl menjadi sosok yang begitu dicintai publik sepakbola tanah air. Di tengah ketidakberesan federasi setiap tahun, sosok berusia 70 tahun tersebut tetap bersedia menukangi timnas. AFF 2014 menjadi kesempatan kedua beliau. Naas, tak lolos fase grup serta untuk pertama k...

Problematika Liverpool

Liverpool secara mengejutkan terbantai oleh Aston Villa 7 gol berbalas 2 pada pekan 4 liga Primer Inggris. Hasil yang di luar dugaan. Terakhir kali Liverpool mengalami kebobolan lebih dari 5 gol terjadi pada 2014 kala dicukur tuan rumah Stoke City 6-1 pada laga yang sekaligus menjadi perpisahan bagi Sang Kapten Steven Gerrard. Tanda-tanda ketidak pedean pendukung terjadi ketika beberapa jam sebelum laga Alisson dinyatakan mengalami cedera ketika latihan sehingga tak dapat tampil di Villa Park. Bahkan jauh sebelumnya, Mane dan Thiago sudah dipastikan absen karena positif virus corona. Meski begitu deputi Alison, Adrian diharapkan mampu tampil baik seperti ketika melawan Arsenal pada laga Piala Liga tengah pekan kemarin.  Namun harapan tak menjadi kenyataan. Blunder Adrian di menit awal ketika akan memberi umpan ke Joe Gomez yang justru mendarat ke kaki pemain Villa berujung gol pertama Villa. Setelahnya, para pemain lain tampil gugup tak seperti biasanya. Kepercayaan terhadap kiper ...

Firmino Sedang Loyo?

  Roberto Firmino Liverpool menjadi salah satu tim terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir. Satu yang menjadi senjata mematikan Liverpool yakni pada trio lini depan mereka, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Musim 2020/2021 menjadi musim ke-empat, trio Firmansah -julukan mereka oleh fans Indonesia- bermain bersama. Superioritas ketiganya masih menjadi kunci Liverpool dalam membobol gawang lawan. Namun perhatian utama kini tertuju pada Firmino. Berbeda dengan Sadio Mane yang telah mengemas 5 gol dan 3 assists, serta Mo Salah berhasil menjarangkan 9 gol dan 1 assist, ia justru tampil undeperform di awal musim. Firmino baru mencetak 1 gol dan 2 assists. Penampilan di lapangan tak segarang musim-musim sebelumnya. Pressing Bobby terhadap pemain belakang lawan juga tak seketat biasanya. Lebih buruk lagi, shot on goal nya baru menyentuh angka 1 yang berbuah gol kala berjumpa Sheffield United. Beruntung ketika penampilan Firmino menurun, rekrutan anyar Diogo Jota dapat me...